May 20, 2024

Keren ! Ribuan Tim Pemenangan PSI Diboyong Ke Semarang Oleh Caleg DPR RI Harsono

By Muntiyas Sylfany Dec9,2023
40 ribu Kader, simpatisan dan relawan PSI hadiri HUT PSI Ke 9 di Semarang (Foto Syaiful Annaz/JATENG UPDATES)

JATENG UPDATES, Semarang – Caleg Partai Solidaritas Indonesia atau PSI untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah 3, yakni Harsono memberangkatkan ribuan simpatisan ke Semarang.

Kegiatan yang dilakukan Caleg DPR RI tersebut dalam rangka peringatan puncak HUT partai berlogo mawar yang ke-9 dan konsolidasi nasional yang dihadiri puluhan ribu simpatisan se Jawa Tengah, yang berlangsung di Stadion Jati Diri Semarang.

 

“Hari ini kami bersama tim pemenangan berangkat ke Semarang, tepatnya di Stadion Jati Diri Semarang. Kami memberangkatkan 40 bus, per bus ada 50 orang. Jadi totalnya 2000 tim pemenangan dari relawan,” ucapnya kepada JATENG UPDATES, Sabtu (9/12/2023).

 

Harsono salah satu petarung kuat dari dapil Jateng 3 yang meliputi Kabupaten Blora, Rembang, Pati dan Grobogan. Tim pemenangan yang diboyong ke Semarang diketahui berasal dari relawan Perkumpulan Rejo Semut Ireng dan plat K beserta relawan lainnya.

Ketum PSI Kaesang Pangarep sambut kader di HUT PSI Ke-9 di Semarang (Foto Syaiful Annaz/JATENG UPDATES)

“Harlah PSI kan tanggal 16 November 2014. Harusnya peringatannya 16 November lalu, tapi karena masa tenang kampanye, ya kami patuh aturan,” jelasnya.

 

Kader partai yang memiliki nomer urut 15 pada pemilu 2024 mendatang ini, menempatkan Harsono pada nomor urut 1.

 

“Tadi puncak harlah di Jati Diri Semarang sungguh luar biasa. Diikuti kisaran 40 ribu simpatisan dan relawan PSI. Dan kami siap memenangkan Capres-Cawapres Prabowo-Gibran,” ungkapnya.

 

Diketahui bahwa dalam acara HUT ke-9 PSI bertema Dendang Sayang PSI Menang itu turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan artis kenamaan, diantaranya Mr Jono and Joni, Novia Bachmid, Alffy Rev, Giring, Mongol, Badai dan lainnya.

Prabowo Subianto, Capres yang diusung PSI hadir ke acara Harlah PSI ke-9 di Semarang (Foto Syaiful Annaz/JATENG UPDATES)

Profil Harsono Caleg DPR RI dari PSI

Harsono merupakan putra kelahiran Kediri, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha. Papa muda yang memiliki 2 anak inipun membeberkan alasan terkait dirinya nyaleg karena ingin bantu tingkatkan ekonomi daerah.

BACA JUGA  Astra dukung Industri Kecil Menengah Tegal masuk rantai pasok, Jangkau Pasar Lebih Besar

 

“Dapil 3 memang secara ekonomi minim ya. Saya banyak tahu karena terjun di dunia pengusaha. Dapil Jateng 3 ini, menurut saya sedikit tertinggal ketimbang daerah lainnya soal ekonominya,” bebernya.

 

Harsono yang merupakan bagian dari Perkumpulan Rejo Semut Ireng, mengaku tidak mencari uang dalam politik, namun ia ingin mengabdi ke masyarakat dengan mengupayakan bagaimana lapangan pekerjaan lebih banyak sehingga mampu menaikkan perekonomian.

Harsono (Berbaju hitam) dan tim pemenangan PSI asal Kabupaten Blora (Foto Syaiful Annaz/JATENG UPDATES)

“Saya bukan cari kerja di dunia politik, tapi saya sudah kerja dan berharap mampu menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak,” tuturnya.

Beberapa program yang diusung partai dan Koalisi capres yang di usung pun, menurutnya sangat bagus demi menuju Indonesia maju. Hal demikian tek lepas dari visi misi Capres Cawapres Prabowo-Gibran.

“Keadilan sosial harus ada terkhusus di bidang kesehatan. Kami PSI tak ingin masyarakat dibeda-bedakan dalam pelayanan. Yaitu memiliki BPJS kesehatan dari negara. Meskipun orang miskin saat menggunakan BPJS, tetap harus dilayani dengan baik, jangan dibeda-bedakan,” ucapnya.

Harsono dan Kader PSI Rembang (Foto by PSI rembang/JATENG UPDATES

Dia juga mengatakan bahwa PSI mendorong dan memperjuangkan undang-undang perampasan aset koruptor.

 

“Ketika ada oknum sudah divonis korupsi akan diambil semua asetnya dan dimasukkan ke kas negara kemudian dikembalikan ke masyarakat,” imbuhnya.

 

Menurut Harsono, jika undang-undang perampasan aset koruptor segera disahkan, Indonesia pasti akan lebih maju.

 

“Koruptor di Indonesia itu tidak takut dihukum. Paling menjalankan 10 tahun tahanan. Kalau dia kerja gak bakalan bisa cepat kaya, ya akhirnya pada memilih jalan korupsi. Koruptor takutnya hanya 1 soal, yaitu miskin,” pungkasnya.