May 18, 2024

Inisiasi Wisata Pancing Alternatif, Hijau Blora Indonesia Bersihkan Kali Bunder Kamolan

By Kohwan Apr27,2024

 

JATENG UPDATES, Blora – Menginisiasi pembuatan wisata memancing alternatif, Lembaga Konservasi Lingkungan Hijau Blora Indonesia menggandeng banyak pihak untuk bersama melakukan gerakan Jumat Bersih di Kali Bunder Kamolan, turut Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Ya, sebetulnya di Blora ini kan banyak potensi. Cuman kadang banyak dari kita malah merusaknya dengan tidak menjaga kelestariannya,” kata Eko Arifianto, Koordinator Lembaga Konservasi Lingkungan Hijau Blora Indonesia, Jumat pagi (26/4/2024).

Menurutnya, karena perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan berdasarkan asas tanggung jawab negara, kelestarian dan keberlanjutan, maka perlu peran aktif semua pihak.

“Ya seperti dinas teknis terkait, masyarakat, pemerintah desa/ kelurahan, aparat penegak hukum, lembaga konservasi lingkungan, pihak swasta/ perusahaan serta semua pihak untuk bersama-sama melakukan penanggulangan dan pemulihan lingkungan demi lestarinya lingkungan hidup yang ada,” ucapnya.

Dalam pengamatan aktifis lingkungan ini, tanda-tanda pencemaran Kali Bunder Kamolan sudah mulai dirasakannya semenjak 5 tahun yang lalu paska peresmian Pasar Sidomakmur Blora.

“Hal itu tampak secara fisik banyak ditemukannya ceceran sampah organik maupun anorganik di dekat jembatan Kali Bunder Kamolan,” ujarnya.

Sehingga dalam kurun waktu beberapa tahun tersebut akibat kekurangsadaran masyarakat dan tidak adanya penanganan dari pemerintah menyebabkan kawasan Kali Bunder seluas kuranglebih 1.500 meter persegi tersebut seperti menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.

Kali Bunder Kamolan / Foto: Kohwan, Jateng Updates

“Pagi sampai siang tadi kami mendapati banyak sampah anorganik, seperti bungkus snack, styrofoam wadah makanan, cup gelas plastik es teh hingga pampers dan pembalut wanita. Tidak hanya dibungkus plastik kresek, beberapa malah dibungkus menggunakan karung besar,” terangnya.

Eko melanjutkan, giat bersama Bakti Lingkungan Bersih Kali Bunder Kamolan Blora dengan melibatkan banyak pihak adalah salah satu solusi penanganan sampah di wilayah, khususnya daerah perbatasan desa/kelurahan.

BACA JUGA  Wartawan Di Blora Hijaukan Obyek Wisata Dalam Rangka Peringati HPN dan HUT PWI ke-78

“Iya, memang perlu sinergitas bersama. Karena wilayah Kali Bunder tersebut berbatasan antara Kamolan dan Mlangsen, maka kami coba menggandeng Pemerintah Desa Kamolan dan Pemerintah Kelurahan Mlangsen. Alhamdulillah dapat support dari DLH Blora, DPUPR Blora, Satpol PP Blora, Polsek Kota Blora, PT. BPH Blora, BPR Perumda Bank Blora Artha, serta Teh Point Indonesia,” imbuhnya.

Dirinya menyampaikan, dalam giat bakti lingkungan Jumat Bersih dilakukan pembersihan kawasan Kali Bunder dari sampah, berupa pengambilan, pengumpulan dan pengangkutan sampah menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Selain itu dilakukan penataan berupa pemangkasan rumput, semak dan tanaman Klemot atau Krangkungan (Ipomoea carnea) dan Klampis (Acacia tomentosa) serta pemasangan 4 buah papan peringatan larangan pembuangan sampah sembarangan untuk memberitahukan kepada masyarakat luas perlunya bersama menjaga kelestarian ikan di Kali Bunder Kamolan Blora,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang dari warga Kamolan yang terlihat sore hari bersama warga menikmati senja di Kali Bunder mengatakan bahwa potensi sumberdaya ikan yang ada di wilayah tersebut sebetulnya cukup besar.

“Banyak jenis ikan yang ada di Kali Bunder ini, Mas. Dari mulai Kutuk, Dendeng, Beyong, Lele hingga Bethik/ Bethok. Kalau dulu itu memang terkenal banyak ikan Nilanya. Sebesar epek-epek (telapak tangan, red) ini, cuman sayangnya sekarang sudah tidak ada,” ungkap Juwadi, warga Kamolan sembari matanya seperti menerawang beberapa puluh tahun ke belakang.

Selaku warga Kamolan dirinya cukup mengapresiasi positif atas gerakan bersama Jumat Bersih Kali Bunder yang diinisiasi Lembaga Konservasi Lingkungan Hijau Blora Indonesia.

“Iya, bagus itu, Mas. Paska ini kebersihannya juga akan kita jaga bareng-bareng. Mungkin kapan waktu seumpama dilanjutkan dengan penebaran benih ikan seperti Nila dan Tawes serta bibit kangkung air akan tambah bagus. Jadi wisata pemancingan gratis buat warga. Saya setuju, boleh memancing, namun jangan disetroom atau diracun,” tandasnya.

BACA JUGA  Sopir Yang Dilaporkan Hilang di Goa Terawang, Ditemukan Di Alun-Alun Blora Bersama Pacar.

Menurutnya lokasi tersebut selain berpotensi besar juga strategis karena lokasinya dekat jalan raya.

“Para pekerja proyek rusun Bhayangkara refreshing malam hari itu dengan beraktifitas memancing di Kali Bunder Kamolan. Biasanya kalau malam ada 4 hingga 5 orang mancing di sini. Beberapa waktu lalu ada yang dapat strike ikan lele sebesar lengan juga. Sehingga mereka para pekerja yang dari luar kota pada senang dan kerasan tinggal di Blora,” pungkasnya.

By Kohwan